Kala Santri Ngumpul untuk Main Lumpur

oleh: Imam Waluyo (Jawa Timur)

Kediri – Sinar mentari mulai merekah di ufuk timur menandakan semua aktivitas akan segera berjalan. Hari sabtu (30/7) di pagi hari yang cerah kota tahu Kediri tepatnya di Burengan kedatangan offroader dari berbagai pelosok kota Indonesia. Kedatangan mereka dalam rangka Gathering Nasional SYTAC (Syarekah Trail Adventure Club). Acara ini diselenggarakan dengan sponsor dari hotel dan apartemen Papilio Surabaya, RM Pringhondani, BPRSAI, Syarekah Oli, dan FIRST ONE jersey.

Peserta ada yang berasal dari Purwokerto, Cilacap, yang diwakili Ketua IOX Jawa Tengah H. Muslim dengan membawa Husqvarna-nya, ada juga peserta dari Karawang, Yogyakarta, Tulungagung, Surabaya, Sidoarjo, Malang, dan tentu saja tuan rumah kota Kediri. Sedangkan dari ujung timur datang dari kota Jember yang juga diperkuat oleh sponsor olahraga offroad terkenal, FIRST ONE jersey, dan pemiliknya sendiri mas Agus ikut turun langsung di acara ini.

SYTAC National Gathering 2016 Kediri
SYTAC National Gathering 2016 Kediri

Kedatangan para offroader yang berjumlah sekitar 80 orang disambut oleh pembina SYTAC H. Gatot, Ketua SYTAC H. Leman dan keluarga besar SYTAC Kediri. Kedatangan para offroader dimanjakan dengan tampilan beberapa motor keluaran KTM dan Husqvarna terbaru. Selepas sarapan pagi, registrasi dan ramah tamah antar offroader, karena baru pertama kali bertatap muka secara langsung, para offroader diajak oleh panitia SYTAC menuju lokasi acara di Bumi Mojo Alas Karet yang mempunyai luas 500 hektar lebih. Sesampainya di Bumi Mojo para offroader segera menyiapkan kendaraan masing-masing untuk turun di jalur offroad Alas Karet. Acara ini sesuai rencana diadakan 2 hari full jalur di Alas Karet Mojo.

Selepas pembukaan dan sambutan para offroader telah bersiap di garis start dan setelahnya jalur dibuka. Para offroader telah siap disambut dengan tanjakan-tanjakan yang siap untuk mereka taklukan. Ada tanjakan Bima, Ontoseno, Sengkuni, Ontorejo dan tanjakan ter-ekstrim Gatot Koco. Tanjakan-tanjakan tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Tanjakan Bima sesuai namanya tanjakan ini selepas menyebarangi sungai kecil yang berbatu langsung naik dengan sudut 45 derajat dengan kontur tanah berbatu. Tanjakan sengkuni ini adalah type tanjakan yang tak pasti, setelah tikungan 90 derajat langsung naik dengan kontur tanah banyak akar karet yang menghalangi jalur sehingga membuat offroader harus pintar-pintar mencari celah agar bisa menaiki tanjakan. Tanjakan Gatot Koco adalah tanjakan tertinggi dengan ketinggian > 50 meter dengan sudut kemiringan lebih dari 70 derajat. Dari semua tanjakan yang sulit ditaklukan adalah tanjakan Gatot Koco, dan di tanjakan ini banyak offroader yang tumbang.

semua tanjakan diambil dari nama tokoh perwayangan
semua tanjakan diambil dari nama tokoh perwayangan

Di hari pertama jalur semua peserta bisa memasuki garis finish dengan selamat tidak ada yang tertinggal dan uniknya dalam jalur panitia menyiapkan tempat wudhu dan solat di Pos 1 Bolopendem sehingga walaupun para offroader asyik dengan hobinya mereka tetap diajak untuk mengingat kewajibannya pada Yang Maha Kuasa. Solat ditengah-tengah para offroder dan di tengah Alas Karet berjamaah membuat sensasi yang berbeda dan membuat serasa lebih dekat kepada-NYA.

Dihari pertama selepas finish para peserta dihibur dengan adanya kambing guling yang disiapkan panitia untuk ramah tamah para offroader ditambah dengan panggung hiburan. Rasa lelah selepas jalur hari pertama tak terasa dengan adanya keakraban diantara kita semua. Selepas acara ramah tamah peserta istirahat untuk persiapan jalur keesokan harinya.

Hari kedua para peserta selepas subuh sudah bersiap-siap dan gatal untuk segera mencicipi jalur kedua, jalur yang lebih ekstrim. Jalur di hari kedua para peserta disambut dengan tanjakan supertrap yang mengakibatkan korban keseleo dan beberapa motor mengalami kerusakan sehingga banyak dievakuasi. Hari kedua jalur tanpa diduga oleh peserta di tanjakan terakhir disambut ratusan penduduk sekitar yang menonton acara ini dan tanjakan disiram air sehingga menambah kemeriahan acara ini. Para offroader semakin bersemangat untuk menunjukkan kebolehannnya dihadapan para penduduk. Seperti offroader dari Malang atas nama Huda yang menaklukkan jalur sampai 2 Kali dan menaklukan tanjakan Gatot Kaca lebih dari 7 kali.

Selepas acara para peserta dihadiahi dengan Door Prize. Well, ini adalah gathering SYTAC yang tak terlupakan dan semua peserta puas dengan jalur dan kemasan acaranya. Semoga tahun depan kita bisa kembali berkumpul di tempat yang berbeda dengan jalur yang lebih menantang.

Salam satu jalur!

2 thoughts on “Kala Santri Ngumpul untuk Main Lumpur”

Kasih Komentar Disini